Rabu, 14 Desember 2011

TENSES BAHASA INGGRIS




Dengan memahami dan menguasai Tenses maka Anda akan bisa bahasa Inggris lebih cepat, bisa belajar mandiri terutama dari sisi Tatabahasanya. Agar nempel tentunya tense ini perlu dibiasakan untuk dipraktekkan ketika Anda berbicara dan menulis. Yes, bahasa Inggris itu memang aneh, dan Tenses inilah yang bikin bahasa Inggris itu rumit terutama bagi kita orang Indonesia. Tetapi sekali kita mengenali rumusnya maka sebenarnya tenses bukanlah hal yang sulit.

Loh memangnya Tense itu apa?
Tenses adalah bentuk-bentuk waktu dalam bahasa Inggris terutama dalam hubungannya dengan kata kerja dan kata kerja bantu. Dalam bahasa Indonesia sih ada juga, tetapi tidak perlu dipelajari karena sami mawon. Kalau bahasa Inggris misalnya mau mengatakan “Saya Menulis”, jika itu sekarang: I write. Tetapi kalau menulisnya itu kemarin tidak bisa I write yesterday, harusnya: I wrote yesterday. Lihatlah perubahan pada “write” menjadi “wrote”. Kalau menulisnya besok maka menjadi: I will write tomorrow. Tetap write. Muda kan? Jangan katakan sulit! hehe.. Karena itulah kita perlu memperlajarinya.

Tense terbagi menjadi 3 bagian besar, yaitu: Past, Present, Future. Bahasa Indonesianya: Dulu, Kini, Nanti.

Mengapa kok 3 bagian? Ya karena pembagian waktu itu sendiri memang 3 saja, yaitu Masa Lalu (past), Sekarang (present) dan Masa Datang (future). Memang ada lagi?

Nah masing-masing Tense tersebut, masih dibagi-bagi lagi menjadi 4. Seperti Present Tense ada 4 yaitu: Present Tense atau sering disebut Simple Present Tense saja, Present Continuous Tense, Present Perfect Tense dan Present Perfect Continuous Tense. Anda bisa pelajari lebih detail di masing-masing topik.

Demikian pula dengan Past pun dibagi 4: Past Tense, Past Continuous Tense, Past Perfect Tense, Past Perfect Continuous Tense. Bahkan Future Tense malah terdiri dari 8.

Jadi total Tenses itu ada 16. Present ada 4, Past ada 4, Future ada 8. Sekali Anda memahami formulanya, maka Tenses itu sebenarnya mudah. Modal Anda adalah formulanya, plus apa yang akan dimasukkan ke dalam formula tersebut, dalam hal ini adalah Kata Kerja atau Verb. Ada kata kerja bentuk 1 atau Verb1, ada kata kerja bentuk 2 atau Verb2 dan bentuk 3 atau Verb3 dan juga ada kata kerja bentuk ING. Juga pemakaian Tobe, Kata Kerja Bantu seperti Will, May, Must dan sebagainya.




Silahkan pelajari lebih seksama di bagian Pelajaran Tenses Bahasa Inggris berikut :





PRESENT TENSE

Dalam bahasa Inggris Present Tense atau Simple Present Tense digunakan untuk menyatakan peristiwa atau kejadian, kegiatan, aktivitas dan sebagainya yang terjadi saat ini. Present Tense juga digunakan untuk menyatakan suatu Fakta, atau sesuatu yang tejadi berulang-ulang dimasa KINI. Ingat, PRESENT artinya adalah kini, sekarang.

Rumusnya:
Positif: S + V1 (s/es)
Negatif: S + DO/DOES + NOT + V1
Tanya: DO/DOES + S + V1

Contoh Kalimat Positif:
I drink coffee
She drinks coffee
We drink coffee

Ya, sengaja pelajaran Tense bahasa inggris ini dibuat simple saja agar cepat faham. Anda perlu mengembangkannya sendiri misalnya dengan membuat 100 contoh sendiri. Pasti Anda perlu kamus juga, karena belajar tenses lalu mentok dengan suatu kata kerja maka biasanya tidak jadi, hehe..

Cara Membaca Rumus:
S artinya Subject, V1 artinya Verb1 atau kata kerja bentuk pertama

Kapan pakai S atau ES dan kapan tidak?
Kalau Subjectnya He, She, It, John, Mufli, Ellen atau Orang ketiga TUNGGAL maka kata kerjanya tambah S atau ES. Tidak sembarang tambah S atau ES juga nih, ada daftarnya. Daftarnya itu bayak sekali, Anda musti beli buku Grammar juga

Di atas tadi ada istilah Orang Ketiga Tunggal, maksudnya gini: Orang ketiga adalah orang yang kita bicarakan, yang kita omongin. Sedangkan orang pertama ya yang bicara. Orang kedua lawan bicara. Tunggal ya satu. Jadi orang ketiga tunggal adalah orang yang kita bicarakan dan satu saja dia itu. Misalnya kita berdua ngomongin John Scoping. Yang ngomong saya, yang dengar Anda, yang dibicarakan John Scoping (orang ketiga tunggal). Faham ya?

John Scoping belajar Tenses.
John Scoping learnS english.

Tidak bisa LearnES, mengapa? ya memang begitu. Tetapi yang ini malah tambah ES:

John Scoping goES to School (tambah ES).

Kalimat Negatif Present Tense
Bentuk Negatif, artinya menyatakan TIDAK. Maka sesuai rumus Present Tense, setelah SUBJECT ditambah DO atau DOES, baru NOT, lalu tambah kata kerja bentuk pertama tanpa S atau ES lagi. S atau ES nya dimana? Sudah di doES tadi.

Untuk I, WE, YOU, THEY tambah DO
Untuk SHE, HE, IT, Mufli, Ellen tambah DOES

I do not drink coffee.
She does not drink coffee.
John Scoping does not learn english.

Coba perhatikan She does not drink coffee. Drink nya tidak pake S lagi, pindah ke doES. Biasakan saja, Present Simple Tense ini sepertinya rumit tetapi kalau faham maka enak banget. Ulangi saja baca dari atas 10 kali lagi, biar meresap benar, hehe.. Bikin juga 10 contoh Anda sendiri dengan kata kerja yang berbeda. Yes, belajar bahasa Inggris tak boleh manja, harus aktif, baru akan bisa.

Kalimat Tanya Present Tense
Kalimat tanya untuk Present Tense sesuai rumus diatas, atau saya tulis lagi seperti ini:

Tanya: DO/DOES + S + V1

Sama saja pasangannya. Untuk I, WE, YOU, THEY gunakan DO. Untuk SHE, HE, IT, Mufli, Ellen gunakan DOES. Contohnya begini:

Kalimat positifnya: I drink coffee
Kalimat tanya menjadi: DO you drink cofee?

Kalimat positif: She drinks coffe
Kalimat tanya: DOES She drink coffee?

Kalimat tanya seperti diatas disebut juga YES/NO Question. Karena jawabannya memang Yes atau No. Do You drink coffee? “Yes I do” jawabnya. Atau bisa bisa dijawab dengan lengkap: “Yes, I do drink coffee”. Dihilangkan DO nya juga boleh, menjadi kalimat positif lagi: “Yes I drink coffee”.

Ya, memang benar kalau Present Tense ini lebih rumit dibandingkan dengan Present Continuous Tense karena tiba-tiba kok pake DO, eh untuk orang ketiga tunggal pakai DOES segala. Kalau dalam Present Continuous Tense nanti tinggal dibalik saja.

Kenapa sih belajar beginian? Ya agar bahasa inggris Anda lebih terstruktur dan punya landasan kuat untuk belajar lebih lanjut nanti. Misalnya Anda perlu menulis untuk blog Anda dalam bahasa Inggris untuk menjalankan bisnis periklanan periklanan Adsense, malu dong kalau tensesnya kacau? Belum tau apa itu Google Adsense? Nanti buka di sini : Pengantar Belajar Google Adsense.


Nah, kalau tadi kan Kalimat Tanya Present Tense yang jawabannya Yes atau No aja. Gimana kalau pertanyaan yang jawabannya panjang atau yang jawabannya kalimat? Mudah, tinggal tambahkan saja When, Where, Why, Who, What, dsb di depannya. Contohnya begini:

-When Do you drink coffee?
Contoh jawaban: I drink coffee everyday.

-What does she drink?
She drinks coffee la yau!

Mudah kan? ... Kalau Anda sering praktekkan dalam bahasa inggris sehari-hari maka tentu saja akan terasa mudah. Silahkan berkreasi dengan kalimat-kalimat Anda dalam Present Tense, oke?.



PRESENT CONTINOUS TENSE
 
Present Continuous Tense digunakan untuk menyatakan, mengatakan (atau apalah namanya itu istilahnya) suatu yang sedang terjadi saat ini, sedang berlangsung saat ini. Misalnya: Saya sedang menulis sekarang, Anda saat ini sedang membaca pelajaran Present Continuous Tense yang saya tulis, Saya sedang jatuh cinta, dsb. Ada gambaran kan? Coba Anda sebutkan sendiri 3 contoh lagi. mudah kan?

Rumusnya:
Positif: S + Tobe + Ving
Negatif: S + Tobe+ Not+ Ving
Tanya:   Tobe + S + Ving

Jangan bingung, “Ving” maksud saya adalah Verb + ing ya. Nanti dalam pelajaran tenses yang lain saya akan menulis “Ving” ini berulang-kali. Pastikan Anda mengingatny, oke?

Kalau “Tobe” nanti itu berganti dengan is, am, are. Tergantung pasangannya apa. Dalam bahasa Inggris setiap Personal Pronoun atau Kata Ganti Orang sudah ada pasangannya masing-masing. Present Continuous Tense tak akan pernah lepas dari Tobe ini. Seperti ini nih pasangannya:

I am
She is, He is, It is, John is, Mufli is, dan sebagainya.
You are, We are, The are, John and Mufi are…

Present Continuous Tense ini digunakan jika kita menekankan pada “Sekarang” nya itu. Kalau kegiatan yang berulang-ulang seperti “I go to work everyday” tidak pakai Present Continuous Tense tetapi Present Tense saja, oke?.

Berikut ini contoh kalimat Present Continuous Tense sesuai dengan rumus diatas:

- I am writing now (Saya sedang menulis sekarang)
- You are reading my article at present (Apa artinya?)
- She is waiting for you.

Ayo bikin contoh sendiri di dalam hati, lalu diucapkan sendiri, agar lancar juga ngomongnya.

Kalimat Negatif Untuk Present Continuous Tense
Mudah saja kalimat Negatifnya, tinggal tambahkan NOT setelah Tobe. Ingat rumusnya kan? Yes, Anda benar, rumusnya: S + Tobe + Not + Ving.

Kalimat yang diatas tadi akan saya jadikan kalimat negatif:

- I am NOT writing now (Saya sedang tidak menulis sekarang)
- You are NOT reading my article at present (Apa artinya?)
- She is NOT waiting for you.

Gampang, bukan!

Loh katanya tadi Present Continuous Tense digunakan untuk menyatakan sesuatu yang SEDANG terjadi saat ini? Kalo negatif kan artinya yang TIDAK SEDANG terjadi saat ini dong? Salah dong? Ya tidak lah.. Maksudnya, kalimat negatif ini merupakan bentuk TIDAKnya. Oke?

Mari kita lanjutkan!

Kalimat Tanya Present Continuous Tense
Gampang banget nih, tinggal Tobenya taruh depan, jadi. Ingat rumusnya kan? Harus diingat rumusnya, oke?. Kalau Anda sering praktekkan, sering pake maka rumus ini akan hafal sendiri di dalam otak Anda, alias menjadi ketrampilan otomatis.

Ini nih contoh Kalimat Tanya dalam Present Continuous Tense, saya pake contoh kalimat yang diatas tadi tetapi untuk bertanya:

- Are you writing now? (Apakah kamu sedang menulis sekarang?)
- Are You reading my article at present? (Apa artinya?)
- Is She waiting for you.

Nah itu dia, tinggal tambakan tobe sesuai pasangannya. Dan selalu ingat untuk Present Continuous Tense selalu pakai kata kerja bentuk ING, maksud saya kata kerja tambah ING. Kata kerja itu bahasa Inggrisnya Verb. Saya singkat V, karena tambah Ing saya singkat lagi “Ving”...

So pasti bisa juga mengguanakan Kata Ganti Penanya seperti What, Where, Which, Why, Who dan sebagainya dalam kalimat tanya ini. Contohnya begini:

-What are you writing now? (Lagi nulis apaan kamu sekarang?)
-What are you reading (lagi baca apa Anda?)
-Who is She waiting for (Doi lagi nungguin siape?)

Begitulah basicnya tentang Present Continuous Tense ini. Inti dari Continuous itu adalah “Sedang”, atau katakanlah sedang berlanjut (seperti arti katanya), sedang terjadi.

Tetapi, “Sedang” itu bisa bisa jadi tidak sekarang lo ya. Ada juga “sedang” tetapi kemarin. Lho kok?!. Ini namanya Past Continuous Tense. Sebagai contoh pengantar misalnya gini: “Waktu istriku datang dari pasar KEMARIN, Saya kebetulan banget SEDANG tidur, jadi nda bisa bantu bukain pintu, untung anak saya yang kedua belum berangkat sekolah”. Tuh, kan sedang juga, tetapi kemarin.

Anda menangkap bedanya kan? Semoga. Kalo masih bingung coba baca contoh di atas sekali lagi dan renung-renungkan dulu! oke..

Continuous atau “Sedang” tetapi BESOK atau sedang tetapi akan datang juga ada loh. Anda mau ke rumah saya besok jam 9? Oh jangan, karena jam segitu besok itu saya akan SEDANG tidur!. Tuh.. sedangnya BESOK kan? Ini dapat Anda pelajari dalam Future Continuous Tense. Sedangkan topik yang satu ini adalah tentang SEDANG SEKARANG alias Present Continuouse Tense. Present itu artinya “kini, atau sekarang”.



PRESENT PREFECT TENSE
 
Sebelum mempelajari Present Prefect Tense ini ada baiknya Anda menguasai Present Tense dan Present Continuous Tense dulu ya. Karena kalo belajar Tenses itu ada rumus-rumusnya. Walaupun memang bukan seperti rumus matematika tetapi yang namanya rumus kan berkaitan, mulai dari rumus dasar sampai rumus yang lebih rumit. Jika Anda telah menguasai yang mudah seperti Present Tense maka mempelajari Present Perfect Tense akan terasa lebih mudah pula. Sipp?

Mari kita lanjutkan pelajaran bahasa inggris tentang Present Perfect Tense ini. Kalau dalam Present Tense penekananya pada fakta, kejadian berulang-ulang atau yang menjadi kebiasaan, dan Present Continuous Tense menekankan pada “sedang” terjadi, maka..

Present Perfect Tense menekankan pada PERFECT nya itu. Perfect kan artinya “sempurna”. Bukan sempurna karena cantik seperti Gita Gutawa, tetapi sempurna yang berarti “selesai, sudah, beres, baru saja usai, dsb”. Jadi, kalau Anda menekankan pada “SUDAH” nya itu maka gunakanlah Present Perfect Tense ini. Contoh yang paling mengena misalnya: Dia baru saja pergi (She has just gone).

Rumusnya Present Perfect Tense begini:
Positif: S + have/has + V3
Negatif: S + have/sas Not + V3
Tanya:   Have/has + S + V3

Nah, setelah Subject (S) maka pakai “have” atau “has” sesuai pasangannya. Have dalam konteks ini artinya adalah: sudah, telah, barusan. Yang aneh dalam bahasa inggris Have + ES bukan Haves tetapi HAS. Jadi pasangannya begini:

He, She, It, John, Merry, Mufli : Has
You, We, They, Ellen and Budi: Have

Contoh Present Perfect Tense
Positif: She has gone (Dia baru saja pergi)
Negatif: She has not gone
Tanya: Has She gone?

Ingat, bukan She has go, bukan pula She has going, tidak pula She has goes. “Go” itu adalah kata kerja yang bentuk ketiganya adalah “gone”. Urutan perubahan bentuk kata kerja untuk Go adalah: Go-went-gone.

Contoh lainnya:

-I have written english lesson for 30 minutes
-You have read my lesson since 2 PM

Perhatikan perubahan kata kerja:
Write – wrote – written (berubah)
Read – read – read (lah kok sama? haha..)

Saya ulangi
-I have written english lesson for 30 minutes.

Artinya:
Saya telah menulis pelajaran bahasa inggris selama 30 menit.

Dalam kalimat diatas, ditekankan “telah” nya itu dan sekarang sudah beres, sudah tidak lagi menulis. Tetapi jika penekanan Anda pada “30 menit yang lalunya” maka Anda gunakan Past Tense yang lebih cocok.

Contoh lainnya lagi, kalimat positif:
-I have cleaned the floor
-He has drunk milk
-You have just broken the glass

Gimana kalimat negatifnya? He has not drunk milk! Anda coba yang dua lagi ya.

Kalimat Tanya dalam Present Perfect Tense ya tinggal dibalik mawon sesuai rumus diatas tadi. Ingat jangan lupa pasangannya untuk “Have” dan “Has”.

-Has She drunk milk?



PRESENT PERFECT CONTINOUS TENSE
 
Nah tiba saatnya kita belajar tentang Present Prefect Continuous Tense. Tenses yang satu ini digunakan untuk menyatakan suatu kejadian, peristiwa atau apalah namanya, yang SUDAH terjadi dan MASIH berlangsung bahkan sangat mungkin AKAN berlanjut. Dari dulu hingga kini bahkan nanti, gitu loh!. Kata “sudah” atau “dari dulu” disini bisa saja waktunya kemarin, 2 jam lalu, se-abad lalu, bisa juga beberapa menit yang lalu. Intinya kejadian yang hendak diungkapkan dalam Present Pefect Continuous Tense ini sebenarnya mirip dengan Present Continuous Tense, hanya saja penekannya bukan pada saat ini, melainkan pada periode waktunya tadi itu: sudah, masih dan akan. Jelas ya?

Rumus Present Perfect Continuous Tense
Positif: S + have/has + been + Ving
Negatif: S + have/has + not + been + Ving
Tanya: Have/has + S + been + Ving

Kita coba dengan contoh, bentuk Present Tensenya begini: “Saya tinggal disini”, bahasa Inggrisnya: “I live here”. Kita coba masukkan ke Present Perfect Continuous Tense ya. Siap?

Ok, contohnya gini: “Saya sudah tinggal disini 2 tahun”. Sudah disini toh? masih toh? besok belum pindah kan? Untuk kondisi ini kita gunakan Present Perfect Continuous Tense ini, I have been living here for 2 years.

Tetapi kalau waktu Anda ngomong itu Anda sudah tidak tinggal disini lagi, misalnya baru saja pindah maka gunakan penekanan pada SUDAHnya saja seperti pada pelajaran Present Perfect Tense, I have lived here…

Tetapi lagi,
Kalau Anda ingin mengatakan “tinggal disini” tersebut dulu, misalnya 2 tahun yang lalu tinggal disini, maksud saya anda tidak menekankan pada USAInya anda tinggal itu tetapi fokus pada 2 tahun yang lalu itu, maka gunakan Past Tense saja: I lived here 2 years ago.

Diterangin gini Anda nda tambah bingung toh? hehe.. Biasakan saja, namanya juga perjuangan mau pandai Tense, pusing-pusing sedit tahan dan tetap lanjutkan. Kalo sudah pusing banget lebih baik praktekkan dulu yang sudah bisa bareng-bareng misalnya di Group Belajar Bahasa Inggris Di Facebook.

Berikut contoh-contoh Present Perfect Continuous Tense:

-She has been learning english for 3 years
-I have been teaching english since last year
-They have been touring since yesterday

Kira-kira masih ndak tu learningnya? masih berlanjut tidak teachingnya? Mereka masih tour kan? belum balik!.

-She has not been learning english for 3 years
-… Anda coba yang 2.

-Has She been learning english for 3 years?
-Silahkan Anda coba juga yang selanjutnya…

Contoh lainnnya lagi:
-I have been running Vnet Business Since December 2007. You?



PAST TENSE
 
Dalam bahasa Inggris ada Past Tense, sedangkan bahasa Indonesia kalaupun ada tak perlu dipelajari, karena kata kerjanya tidak berubah. Seperti Present Tense, maka Past Tense ini pun terbagi 4: Ada yang Simple Past atau disebut Past Tense saja, ada yang Past Continuous Tense, Past Prefect Tense dan Past Perfect Continuous Tense.

Inti dari Past Tense adalah untuk menyatakan peristiwa yang telah “Lampau”. Lampau disini tak harus sudah lama-lama amat juga, pokoknya sudah berlalu, sudah lewat. Itulah penekanannya. Mungkin kemarin, satu jam lalu, 2 tahun lalu, 2 abad yang lalu, dan sebagainya. Semua itu sudah “Past”. Setelah membaca uraian ini Anda pasti faham lebih dalam. Pasang mata pasang telinga dan kuatkan niat ya, hehe..

Rumus Past Tense:
Positif: S + V2
Negatif: S + did not + V2
Tanya: Did + S + V2

Ingat, V2 maksud saya adalah Kata Kerja atau Verb bentuk ke-2. Tentang kata kerja dapat Anda baca di Kata Kerja

Rumus Past Tense Rumit?
Benar! eh tidak, lanjutkan saja bacanya..

Anda resepkan dulu bahwa kata kerja bantu “DO” bentuk present DO, bentuk keduanya (Bentuk Past) adalah DID. Kalau Present kan: I do not… maka Past nya: I did not….

Yang barusan saya terangkan diatas tadi akan memudahkan Anda mempelajari Past Tense ini untuk Kalimat yang Negatif dan Kalimat Tanya. Ingat saja DO jadi DID. inga.. inga… hehe..

Contoh Kalimat Past Tense:
-I launched this blog on july 14th 2009

Artinya:
Saya meluncurkan atau launching blog ini tanggal 14 juli 2009.
Sudah lewat kan?

Kata kerjanya bentuk kedua “launched”, ini tergolong kata kerja beraturan, tinggal tambahkan ED di belakang launch.

Anda ingin punya blog sendiri seperti milik saya ini? Do you want to have your own blog like this? Wah mudah, petunjuk lengkapnya, eh kursusnya bisa Anda ikuti disini:

Kursus Membuat Blog Wordpress atau cata alamatnya http://mufli.net/bbi

Ok kita lanjutkan tentang Paste Tense ini ya.

Contoh lagi:

Kita akan pakai kata kerja bentuk 1-2-3 berikut:

see – saw – seen (melihat)
buy – bought- bought (membeli)
go – went – gone (pergi)

-I saw her standing there (Saya lihat dia berdiri disana).
-My Father bought this car last year
-They went to Tokyo last month
-She went home two minutes ago

Semua itu sudah terjadi, sudah melihat, membeli mobilnya juga tahun lalu, ke Tokyonya bulan lalu, pulangnya (went home) juga 2 menit yang lalu. Kita gunakan Past Tense. Faham ya?

Kalimat Negatif Past Tense
Sesuai rumusnya: S + did + not + V1

Perhatikan dengan seksama, Kata kerjanya berubah lagi menjadi bentuk pertama (V1). Lalu kata kerja bentuk past-nya kemana? Pindah ke DID nya itu. Tadi kan diatas sudah saya bilang:

V1 -V2 – V3: Do – Did – Done

Jadi kita pakai “Did”. Karena negatif maka tambah “Not”. Jadi Did Not! hehe..

Kalimat positif tadi, kita jadikan negatif:
-I saw her standing there
Menjadi: I did not see her standing there

Lihatlah saw jadi see lagi. See-saw-seen kan bentuk kata kerjanya?

Yes benar, berurusan dengan Past Tense maka Anda perlu mempunyai banyak perbendaharaan Kata Kerja.

Positif: My Father bought this car last year
Negatif: My Father did not BUY this car last year

Anda coba yang dua ini ya:
-They went to Tokyo last month. Jadi ….
-She went home two minutes ago. Jadi ….

Kalimat Tanya Past Tense
Kalau Anda sudah tau kalimat negatif Past Tense maka kalimat tanya tinggal dibalik mawon, DID nya di depan Subject.

Positif: My Father bought this car last year
Tanya: Did My Father BUY this car last year

Anda coba yang dua ini ya:
-They went to Tokyo last month. Jadi ….
-She went home two minutes ago. Jadi ….

Boleh saja Anda tambahkan dengan Where, When, Why dan sebagainya seperti ini:

-When did my father buy this car?
-Why did they go to tokyo?

Demikianlah tentang Past Tense.



PAST CONTINOUS TENSE
 
Tenses Bahasa Inggris
Belajar Tenses Bahasa Inggris Online Gratis Disini  
 Subscribe Feed (RSS)    Comments Feed 

Home    About    RSS    Facebook
Past Continuous Tense
Past Continuous Tense digunakan untuk menyatakan peristiwa yang SEDANG TERJADI juga, tetapi sedang terjadi sekarang, melainkan sedang terjadi tetapi DULU, tetapi sudah lewat. Loh sedang kok lewat? bukannya sedang itu artinya masa kini alias sekarang?. Oh ada juga sedang dulu. Mari kita bahas tuntas.

Seperti arti katanya, Past berarti “sudah lewat”, sedangkan Continuous artinya “sedang”. Contohnya gini:

Kemarin teman saya datang ke rumah saya, gedor-gedor pintu, tetapi nda ada yang buka. Padahal saya ada di rumah, tetapi saat itu tuh “Saya sedang tidur!”. Kapan sedang tidurnya? Kemarin, saat teman saya itu datang. Bukan sekarang kan? Tetapi sedang loh! Itulah Past Continuous Tense.

Rumus dan contoh-contohnya coming soon ya..


Via was calling me when i taken bath at that time.
Mother made cake yesterday while Okta was going to school.
Tata drawn flowers as teacher was teaching in class.



PAST PERFECT TENSE
 
Past Perfect Tense mirip dengan Present Perfect Tense hanya saja beda di waktunya saja. Penekannya pada PERFECT-nya itu, usainya itu. Agar lebih jelas saya ulang sedikit tentang Present Perfect Tense dulu ya.

PRESENT Perfect Tense mengenai suatu kejadian atau peristiwa yang SELESAI (sempurna, perfect) saat ini, contohnya: She has just gone (Dia baru saja pergi).

Nah PAST Perfect Tense adalah bentuk lampau (Past) dari Present Perfect Tense itu, makanya disebut Past Perfect Tense, sama-sama Perfectnya! Jelas ya? Kalau Present Perfect Tense menggunakan rumus S + Have/has + V3 maka Past Perfect Tense menggunakan bentuk lampau dari Has/has yaitu “HAD”.

Rumus Past Perfect Tense
Positif: S + had + V3
Negatif: S + had + not + V3
Tanya: Had + S + V3

Past Perfect Tense sering digunakan dengan menggunakan kalimat lain yang berbentuk lampau (Past Tense) yang dihubungan dengan kata sambung seperti When (ketika), After (setelah) untuk menekankan bahwa Perfectnya (Sudahnya) itu adalah di masa lampau.

Tenses Past Perfect Tense ini jarang loh digunakan, tetapi tentu saja ada baiknya Anda memahinya dengan seksama. Jangan dianggap enteng!, suatu saat Anda akan perlu menggunakannya, hehe..

Contoh kejadiannya seperti ini:
“Kemarin Dia berangkat ke rumahku pagi-pagi bener, tetapi waktu ia sampai eh saya SUDAH pergi”. Tuh, lihatlah SUDAH perginya itu kan Perfect. Anda ingat pelajaran tentang Present Perfect Tense bahwa SUDAH itu adalah ciri-cirinya. Hanya saja SUDAH nya itu adalah kemarin (lampau). Itulah mengapa dalam kejadian ini kita menggunakan Past Perfect Tense.

Contoh kalimatnya:
-I had gone When He arrived at my home

“I had gone” adalah Past Perfect Tense, dengan subjectnya adalah I. Lihat ada “had” nya, dan kata kerja bentuk ketiganya (V3) adalah gone. Sesuai rumusnya S + had + V3. Kalimat pembandingnya adalah bentuk past tense: “When He arrived at my home”.

Contoh kalimat lainnya:
I had written 3 articles when you visited my blog for the first time.

Jadi Past Perfect Tense adalah tentang “Sudah, masa lalu”. Present Perfect Tense tentang “Sudah, kini”. Rumusnya mirip, karena sama-sama Perfect. Setiap Perfect pasti pakai kata kerja bentuk ke-3 baik itu pada Kata Kerja utamanya atau pada kata kerja bantu-nya.

Contoh kalimat lain dalam Past Perfect Tense:
-I had studied hard but I didn’t make good result in the exam.
-You had told me twice before I understood.
-Coba buat kalimat Anda paling tidak 3 biji, ayoo..

Past Perfect Tense Dalam Kalimat Negatif
Gampang saja, tinggal tambah NO setelah HAD. Contoh berikut telah disederhanakan:
-I had not studied hard, so I didn’t make good result
-You had not told me that, that’s why I didn’t understand

Perhatikan kalimat past tense di belakangnya sengaja saya ubah agar mengandung arti yang masuk akal saja. Jika tidak diganti kan menjadi aneh itu kalimat. Betul?

Past Perfect Tense Dalam Kalimat Tanya
Tinggal dibalik, Had nya di depan.
Rumusnya kan: Had + S + V3

-Had You studied hard bla bla bla?
-Had You told me …?
-Silahkan buat sendiri contoh Anda.

Saya yakin dengan pemahaman yang cukup tentang Present Perfect Tense maka Anda pun akan lebih mudah memahami Past Perfect Tense ini.



PAST PERFECT CONTINOUS TENSE
 
Past Perfect Continuous Tense dalam pelajaran Bahasa Inggris Grammar digunakan untuk menyatakan hal atau peristiwa yang sesuatu yang TELAH dan SEDANG terjadi dimasa LAMPAU. Nah loh: Telah, Sedang dan Lampau pula!. Dalam setiap tenses yang mengandung Perfect Continuous, maka “sedang” nya itu mengandung arti “sudah dimulai, masih terjadi, dan masih terus”, lebih panjang periodenya, dan itu bisa kini (present), bisa dulu (past) dan bisa akan datang (future). Nanti Akan tau perbedaanya setelah memahami kesemua tenses.

Memang sih kalau diterangkan begitu maka sebagian orang bisa jadi males untuk mengertinya, termasuk saya dulu, hehe.. Karena itu memang sebaiknya Anda mempelajari Tenses secara berurutan, satu demi satu. Mengerti yang satu baru lanjutkan ke Tenses yang lainnya. Yang lebih penting lagi adalah membandingkan tense yang sejenis, misalnya antara Present Perfect Continuous Tense dengan Past Perfect Continuous Tense ini. Dengan cara itu Anda akan memilki pengertian yang mendalam.

Kita kembali pada topik utama kali ini, yaitu Past Perfect Continuous Tense

Contoh peristiwanya begini:
Kemarin teman saya datang ke rumah saya, ketika itu saya sedang memperbaiki kulkas. Waktu dia sampai saya sudah mulai kerja, dan saya lanjutkan pekerjaan tersebut sambil ngobrol sama dia. Untuk menyatakan kejadian “membetulkan kulkas” tersebut kita gunakan Past Perfect Continuous Tense.

Rumus Past Perfect Continuous Tense
Positif: S + had + been + Ving
Negatif: S + had + not + been + Ving
Tanya:  Had + S + been + Ving

Berdasarkan Contoh peristiwa diatas maka kalimatnya begini:
-I had been repairing freezer when my friend came to my house

Tenang saja, Past Perfect Continuous ini termasuk jarang digunakan, hehe.. Jadi pelajaran kali ini akan dipersimple saja ya. Yang penting Anda dapat apa INTI-nya. Kalau ingin lancar tentu Anda perlu banyak praktek, atau sok pinter dengan ngajar seperti saya, hehe..

Contoh lain:
-They had been playing football.
-She had been singing
-Joh and Merry had been loving each other.

Bentuk Negatif:
-They had not been playing football.
-She had not been singing
-Joh and Merry had not been loving each other.

Kalimat Tanya:
-Had They been playing football?.
-Had She been singing?
-Had Joh and Merry been loving each other?.

Mengapa tidak pakai kalimat lain untuk membandingkannya sehingga logic “Past” nya menjadi jelas? susaahh! haha..

Tips untuk memperkuat pengertian Anda tentang Tenses:

Setiap tenses yang mengandung “Past” pasti pakai kata kerja atau kata kerja bantu bentuk ke-2. Dalam Past Perfect Continuous Tense ini kata kerja bentuk ke-2 atau V2 nya adalah HAD. Bentuk pertamanya adalah Have/has. Urutannya: Have-had-had.

Setiap tenses yang yang mengandung kata “Perfect” pasti pake kata kerja atau kata kerja bentuk ke-3. Dimana kata kerja ketiganya di Past Perfect Continuous Tense ini? Ia terletak pada “Been” nya itu. Been adalah bentuk ke-3 atau V3 dari be (tobe). Urutannya: tobe (am, is are) – (was, were) – been.

Setiap tenses yang mengandung kata “Continuous” pasti menggunakan kata kerja bentung ING atau saya singkat Ving. Present Continuous Tense, Present Perfect Continuous Tense, Past Continuous Tense, Past Perfect Continuous Tense dan sebagainya pasti pakai Ving.



FUTURE TENSE
 
Future Tense atau Simple Future digunakan untuk menyatakan peristiwa yang Akan Terjadi. Future tense adalah tentang Nanti. Sesuatu arti katanya Future yaitu “Masa Depan”. Karena itu dalam Future Tense penggunaan kata Will, Shall yang artinya akan pastilah mendominasi.

Masih ingat pembagian Tenses dalam garis besar kan? Yes, ada 3 besar Tenses yaitu: Past, Present dan Future (Dulu, Kini, Nanti).

Pegang ini kuat-kuat:
Setiap Future pasti pakai WILL atau SHALL, artinya AKAN. Namun ada juga yang namanya Past Future Tense nanti. Karena Past maka Will dan Shall nya pakai past juga yaitu “Would”, nanti kita pelajari lebih dalam di Past Future Tense. Oh ya, sesudah Will atau Shall atau Would pasilah diikuti bentuk 1 baik itu kata kerja atau kata kerja bantu.

Kembali ke laptop!.

Rumus Future Tense
Positif: S + will + V1
Negatif: S + will + not + V1
Tanya: Will + S + V1

Shall jarang digunakan. Bisanya Shall untuk Subject I dan We (I shall…, We shall….) dan tidak untuk yang lain. Tetapi lebih sering orang pakai I will.. dan We will.. Jadi untuk I dan We boleh pakai baik will atau shall. Sedangkan Subject yang lain seperti HE, SHE, IT, YOU, THEY, WE semuanya pakai Will. Kalau begitu, untuk mempermudah pemahaman saya HANYA akan gunakan WILL saja. Kan “WIL” itu enak toh? Itu tuh yang L nya satu! haha… becanda ya.

Contoh Kalimat Positif dalam Future Tense:
-I will study
-You will swim
-They will visit Tokyo

Silahkan buat sendiri contoh Future Tense versi Anda ya. Buat dalam hati saja, lalu ucapkan sendiri, hehe.. Sengaja contoh saya persimple agar mudah dimengerti.

Future Tense Kalimat Negatif
Kalimat Negatif untuk Future Tense juga luar biasa mudah, jauh lebih mudah dibandingkan menjalankan Internet Marketing Indonesia misalnya, apa hubungannya? ya nda ada sih. sekali-sekali ngelantur agar nda bosan, toh pelajaran ini ringan kok..

-I will not study
-You will not swim
-They will not visit Tokyo

Mudah kan?

Future Tense Kalimat Tanya
Tinggal dibalik saja, Will nya di depan.

-Will You study?
-Will You swim?
-Will They visit Tokyo?

Tentunya karena Future Tense bicara “Akan” maka keterangan waktu berikut biasa ditambahkan: tomorrow, next month, three days to go, next year dan segala sesatu yang menunjukkan “akan” tersebut.

-You will swim together tomorrow
-They will visit Tokyo next year
-No one will stop us now from loving each other
-I dont think They will come on time



FUTURE CONTINOUS TENSE
 
Tense yang satu ini berbicara tentang suatu peristiwa yang “Sedang Terjadi” juga sebagaimana Present Continuous Tense, tetapi bedanya dalam Future Continuous Tense maka “Sedang” nya itu bukan sekarang melainkan besok, akan datang, nanti.

Jadi, “sedang terjadi” itu tidak hanya bisa sekarang loh, bisa saja belum terjadi sekarang tetapi sedang terjadi besok. Fahami benar hal ini agar Future Continuous ini dapat Anda mengerti dengan tuntas dan dapat menggunakannya tanpa berpikir lagi nanti 

Contohnya begini:
Anda telepon saya dan bilang mau ke rumah saya jam 9 besok. Wah saya nda bisa terima tamu tuh jam segitu, karena pas jam 9 itu saya akan sedang berenang. Jadwal saya renang itu 8:30 sampai 10:00. Jadi jam 9 besok itu sedang renang kan? kapan renangnya? besok!. Itulah arti “sedang tetapi akan” ini. Sekarang Anda faham 100 persen kan? Dalam hal ini kita gunakan Future Continuous Tense ya: “I will be swimming at 9 tomorrow, You may not meet me at home”.

Rumus Future Continuous Tense
Positif: S + will + be + Ving
Negatif: S + will not + be + Ving
Tanya: Will + S + be + Ving

Pegang kuat-kuat kunci pelajaran Bahasa Inggris ini ya:

Seperti saya ceriakan dalam setiap pelajaran Tenses Bahasa Inggris yang mengandung kata “Continuous” maka selalu pakai kata kerja bentuk ING, Verb + Ing atau saya singkat “Ving” doang. Setiap kata kerja atau kata kerja bantu yang mengikuti WILL pasti bentuk-1. Mana bentuk kesatu disana? Di “be” nya itu loh.

Lihat ni urutan perubahan kata kerja bantu “to be”:

“be” atau to be (am, is, are) – was, were – been

Dan setiap ada to be, baik itu be itu sendiri atau am, is, are, was, were, been maka kata kerjanya pasti pakai ING.

Contoh Future Tense
-I will be swimming at 9 o’clok tomorrow

Selanjutnya kita persimple tanpa embel-embel waktu, agar mudah difahami, perhatikan pemakain rumusnya ya:

-You will be working …
-They will be driving home …
-She will be learning music …

Coba buat beberapa lagi contoh Anda sendiri untuk kalimat positif dalam bentuk Future Continuous Tense ini, ya bahasa Inggris dong, kalau bahasa Indonesia tak terasa tenses itu karena kata kerjanya tidak berubah.

Kalimat Negatif Future Continuous Tense
Mudah saja, tinggal tambah NOT setelah Will, seperti ini:

-You will not be working…
-They will not be driving home…
-She will not be learning music…

Loh katanya tadi Future Continuous Tense ini digunakan untuk menyatakan sesuatu yang sedang akan terjadi di masa datang, ini yang negatif kan berarti TIDAK akan sedang terjadi dong? Salah dong? Waduh.. pusing lah kalo protes begituan, ini kan bentuk negatifnya bo’ !

Kalimat Tanya Future Continuous Tense
Kalimat tanya dalam bentuk Future Continuous Tense juga gampang sekali, tinggal Will nya di depan. Kayak gini:

-Will You be working …?
-Will They be driving home …?
-Will She be learning music …?



FUTURE PERFECT TENSE

Sebelum belajar Future Perfect Tense pastikan Anda sudah memahami dan menguasai yang simple dulu ya seperti Future Tense, Present Tense, Present Continuous Tense dan sebagainya itu. Karena pengetahuan Tense bahasa Inggris itu berkaitan satu sama lain. Dengan memahami yang satu maka yang lain akan terasa jauh lebih mudah. Anda juga perlu membandingkan masing-masing Tense yang sama-sama Continuous, atau yang sama-sama Perfect. Dengan cara itu pemahaman Anda akan menjadi 100% dan rumusnya pun terasa gampang di luar kepala, Trus me! cie.. perlu yakin dong, hehe..

Gimana? Sudah menguasai Bahasa Inggris Tenses sebelum yang satu ini? Kalau Anda memang ingin bisa 100%, maka jadi pembelajar yang patuh itu perlu loh. Nanti kalau sudah bisa tentu boleh tambah kreatif, boleh sok pandai seperti saya, haha..

Ok kita kembali ke topik utama kali ini yaitu Future Perfect Tense.

Future Perfect Tense digunakan untuk menyatakan sesuatu yang “Sudah terjadi, tetapi AKAN”. Akan sudah gitu loh. Kalau Anda buka lagi pelajaran bahasa Inggris tentang Future Continuous Tense maka Future Perfect Tense ini pun akan sangat mudah difahami. Siapa bilang “sudah” itu hanya dulu? Sudah bisa juga “akan”!. Future artinya Akan, Perfect artinya sudah. Pusinglah jadinya tanpa contoh kasus kan?

Ini contoh kasusnya:

Agar jelas, saya ulang lagi contoh Future Continuous Tense ya:

Anda telepon saya dan bilang mau ke rumah saya jam 9 besok. Wah saya nda bisa terima tamu tuh jam segitu, karena pas jam 9 itu saya akan sedang berenang. Jadwal saya renang itu 8:30 sampai 10:00. Jadi jam 9 besok itu sedang renang kan? kapan renangnya? besok!. Itulah arti “sedang tetapi akan” ini. Sekarang Anda faham 100 persen kan? Dalam hal ini kita gunakan Future Continuous Tense ya: “I will be swimming at 9 tomorrow, You may not meet me at home”.

Nah sekarang perhatikan baik-baik!
Dari kejadian di atas, kalo jam 11 kan saya SUDAH AKAN SELESAI berenang kan? Nah, kalo jam 11 besok saya sudah akan selesai berenang. Itulah yang saya maksud dengan SUDAH AKAN ini, Future Perfect Tense: “I will have swum”.

Kok swum? ya, bentuk kata kerja swim dari yang ke-1 sampai ke-3 adalah: swim – swam – swum. Bentuk ING nya swimming

Rumus Future Perfect Tense
Positif: S + will + have + V3
Negatif: S + will + not + have + V3
Tanya: Will + S + have + V3

Lihat tuh, karena Future maka ada Will. Ada juga kata kerja bantu “Have” bentuk pertama karena mengikuti Will. Karena Perfect maka pake Kata Kerja bentuk-3 dan saya tulis V3 (Verb 3).

Contoh Kalimat Positif Future Perfect Tense:
-I will have swum at 11 tomorrow

Dari contoh Future Continuous Tense jadi Future Perfect Tense seperti ini:

-You will have worked …
-They will have driven home …
-She will have learned music …

Silahkan tambahkan contoh sendiri ya untuk Future Perfect Tense ini.

Kalimat Negatif Future Perfect Tense
Mudah saja, sesuai rumusnya, tambahkan NOT setelah Will:
-You will not have worked …
-They will not have driven home …
-She will not have learned music …

Kalimat Tanya Future Perfect Tense
Mudah saja juga, sesuai rumusnya, letakkan Will di depan:
-Will You have worked …
-Will They have driven home …
-Will She have learned music …

Contohnya memang sedikit, tugas Andalah untuk memperbanyaknya, hehe..

Jadi Future Perfect Tense adalah tentang apa? Sudah Akan!. Bukan tentang Akan Sudah? Loh kok mirip ya? memang, bisa juga dibilang begitu. Intinya kan Anda sudah tangkap kan? Jika belum, silahkan baca ulang Contoh Kasus diatas.

Demikianlah tentang Future Perfect Tense.



FUTURE PERFECT CONTINOUS TENSE

Pejaran Tenses Bahasa Inggris Future Perfect Continuous Tense ini akan sangat mudah difahami jika Anda telah menguasai terlebih dahulu Present Perfect Continuous Tense, karena memang mirip polanya. Sudahkan Anda faham benar tentang Present Perfect Continuous Tense?

Ok, jika sudah, mari kita lanjutkan. Kalau belum? Saya tak bisa melarang Anda meneruskan juga sih, tetapi mungkin Anda akan kesulitan memahaminya. Bahasa Inggris juga ada persamaanya dengan belajar matematika, kalau sudah bisa tambah-tambahan dan kali-kalian maka pelajaran yang lain akan lebih mudah juga, tul?

Jadi, Future Perfect Continuous Tense digunakan untuk menyatakan peristiwa yang: akan, telah dan masih berlangung di masa datang. Bingung?

Memang mirip dengan Future Continuous Tense juga (sedang akan terjadi pada suatu saat di masa datang), hanya saja kalau dalam Future Perfect Continuous Tense ditekankan pada masa terjadinya yang lebih panjang (sudah mulai, masih terjadi, akan berlanjut) tetapi bukan sekarang melainkan di masa datang. Kalau itu sekaranga maka namanya Present Perfect Continuous Tense. Mirip kan? Bedanya memang hanya di Present dan Future nya itu. Ya, beda waktunya. Yang satu sekarang (present) dan satu lagi nanti (Future).

Contoh kasus Future Perfect Continuous Tense
Agar jelas, saya ulang lagi mulai dari contoh

Future Continuous Tense:
Anda telepon saya dan bilang mau ke rumah saya jam 9 besok. Wah saya nda bisa terima tamu tuh jam segitu, karena pas jam 9 itu saya akan sedang berenang. Jadwal saya renang itu 8:30 sampai 10:00. Jadi jam 9 besok itu sedang renang kan? kapan renangnya? besok!. Itulah arti “sedang tetapi akan” ini. Sekarang Anda faham 100 persen kan? Dalam hal ini kita gunakan Future Continuous Tense ya: “I will be swimming at 9 tomorrow, You may not meet me at home”.

Jika Seperti ini maka Future Perfect Tense:
Future Perfect Tense kan intinya “Sudah Akan atau Akan sudah”. Dari kejadian di atas, kalo jam 11 kan saya SUDAH AKAN SELESAI berenang kan? Nah, kalo jam 11 besok saya sudah akan selesai berenang. Itulah yang saya maksud dengan SUDAH AKAN ini, Future Perfect Tense: “I will have swum”.

Sekarang Perhatikan dengan sangat baik! ini bagian

Future Perfect Continuous Tense:
Dapat saya katakan bahwa jam 9 besok saya sudah akan sedang berenang selama 30 menit.

Besok toh? Yes, kan future.
Jam 9 Sudah mulai toh? Yes, kan mulainya jam 8:30
Masiah akan terus kan? Yes, kan jadwalnya sampai jam 10:00.

Sudah, sedang, akan, di masa datang! Itulah inti dari Future Perfect Tense!.

jadi kalimat Future Perfect Continuous Tense lengkapnya begini:

-I will have been swimming for 30 minutes at 9 tomorrow

Perhatikan sesuai rumusnya berikut:

Rumus Future Perfect Continuous Tense
Positif: S + will + have + been + Ving
Negatif: S + will + not + have + been + Ving
Tanya: Will + S + have + been + Ving

Berikut ini contoh lagi untuk Future Perfect Continuous Tense, disederhanakan agar mudah difahami rumusnya. Konteks dipakainya kan sudah saya jelaskan di bagian atas.

-You will have been working …
-They will have been driving home …
-She will have been learned music …

Bentuk Negatif Future Perfect Continuous Tense
Tinggal tambahkan NOT saja setelah Will.

-You will not have been working …
-They will not have been driving home …
-She will not have been learned music …

Gampang toh? enak toh?

Bentuk Tanya Future Perfect Continuous Tense
Tinggal balik saja Will di depan:

-Will You have been working …?
-Will They have been driving home …?
-Will She have been learned music …?

Ingat,
Setiap Future pakai Will (nanti ada juga Would untuk Past Future Tense ya), Setia Continuous pake Ving, setiap Perfect pake V3 (been nya itu).

Demikian Pelajaran Bahasa Inggris tentang Future Perfect Continuous Tense.



PAST FUTURE TENSE
 
Sudah belajar Future Tense kan? Jika sudah maka Past Future Tense akan terasa sangat gampang bagi Anda.

Past Future Tense digunakan untuk menyatakan peristiwa yang AKAN dilakukan, TETAPI di masa lampau, bukan saat ini.

Belajar Tenses Bahasa Inggris memang muter-muter sekitar WAKTU ini: lampau/dulu (past), kini/sekarang (present), nanti/akan (future). Jadi Past Future kan berarti lampau nanti, lampau akan.

Agar Anda mudah memahami, perhatikan Contoh Kasus berikut ini:

Kemarin teman saya datang ke rumah pagi-pagi jam 7. Terpaksa deh hanya ngobrol sebentar di rumah, karena waktunya mepet banget, waktu itu “saya akan pergi kerja”.

Kita soroti “Akan Pergi Kerja” ini.

Kapan? Yes, kemarin
Akan toh? Yes memang akan tetapi bukan sekarang, kemarin!

Saya kira sampai disini Anda sudah menangkap inti dari Past Future Tense ini ya?

Rumus Past Future Tense
Positif: S + would + V1
Negatif: S + would + not + V1
Tanya:  Would + S + V1

Past-nya dimana? Will jadi Would.

Sering sih orang menggunakan “Should”. Untuk memudahkan pemahaman saja maka saya hanya menggunakan Would saja dalam serial pelajaran tenses Past Future Tense ini.

Contoh Kalimat Positif Past Future Tense
-I would go at 7 am tomorrow

Contoh berikut dipermudah hanya kalimat intinya saja:
-You would work …
-They would drive home …
-She would learn music …

Bisa Anda berikan contoh lagi?
Yes tentang kapan dipakainya silahkan perhatikan lagi contoh kasus diatas. Masalah rumus-rumus tenses sebenarnya sangat mudah, yang lumayan perlu latihan agar lancar adalah kapan memakai rumus tenses tersebut.

Kalimat Negatif Past Future
Mudah sekaleee.. tinggal tambahkan NOT setelah Would:
-You would not work …
-They would not drive home …
-She would not learn music …

Kalimat Tanya Past Future
Mudah sekaleee juga.. tinggal Would nya di depan:
-Would You work …?
-Would They drive home …?
-Would She learn music …?



PAST FUTURE CONTINOUS TENSE

Nah Tense Bahsa Inggris Past Future Continuous Tense ini mirip banget dengan Future Continuous Tense biasa, hanya saja bentuknya Past. Jadi, agar mudah bin gampang mengertinya jangan lupa Anda pelajari dulu sampai ngelotok Future Continuous Tense, kemudian jadikan bentuk lampau. Tinggal tambah Past doang kan di depannya?

Seperti contoh yang saya berikan dalam Future Continuous Tense, kan ini tentang peristiwa yang akan sedang berlangsung. Nah Past Future Continuous Tense juga tentang hal itu, hanya saja akan sedang berlangsung itu DULU, bukan kini, bukan pula nanti.

Contoh kasus untuk Past Future Continuous Tense begini
Kemarin ya, teman saya bilang mau ke rumah saya jam 9. Ingat, ini kemarin. Wah waktu itu saya nda bisa terima tamu tuh jam segitu, karena pas jam 9 itu saya akan sedang berenang. Jadwal saya renang kemarin itu 8:30 sampai 10:00. Jadi jam 9 kemarin akan sedang renang kan? kapan renangnya? kemarin!. Itulah arti “sedang tetapi dulu” ini. Sekarang Anda faham 100 persen kan? Dalam hal ini kita gunakan Past Future Continuous Tense ya: “I would be swimming at 9 yesterday, makanya tak bisa terima tamu tuh kemarin”.

Rumus Past Future Continuous Tense
Positif: S + would + be + Ving
Negatif: S + would + not + be + Ving
Tanya: Would + S + be + Ving

Contoh kalimat Past Future Continuous Tense:
-I would be swimming at 9 yesterday.

Waktu tukang pos datang, dia akan sedang mandi. Untunglah, jadi surat tersebut bisa diterimanya, kalau tidak maka surat itu dikembalikan ke alamat pengirim deh.

-When the post man came, She would be taking a bath.

Contoh lain:

-You would be working …
-They would be driving home …
-She would be learning music …

-He would be having lunch When I aksed him for help

Saat itu kami akan sedang bercinta, malahan sudah foreplay, eh tiba-tiba ada orang gedor pintu, welehh… Apa bahasa Inggrisnya? haha..

Kalimat Negatif Past Future Continuous Tense
-You would not be working …
-They would not be driving home …
-She would not be learning music …

Kalimat Tanya Past Future Continuous Tense
-Would You be working …?
-Would They be driving home …?
-Would She be learning music …?

Jarang kok tenses Past Future Continuous ini digunakan, biasanya oleh pengarang yang sedang bercerita tentang kejadian di masa lalu.



PAST FUTURE PERFECT TENSE

Tense Bahasa Inggris Past Future Perfect Tense mempunyai persamaan pola dengan Future Perfect Tense biasa, perbedaannya hanya pada Past nya saja.

Contoh kasus untuk Past Future Prefect Tense
Kemarin ya, teman saya telepon dan katanya mau ke rumah saya jam 9. Ingat, ini kemarin. Wah waktu itu saya nda bisa terima tamu tuh jam segitu, karena pas jam 9 itu saya akan sedang berenang. Jadwal saya renang kemarin itu 8:30 sampai 10:00. Tetapi kalau jam 11 boleh. Karena jam 11 itu saya AKAN SUDAH berenang. Kapan akan sudah itu? kemarin, Past. Dalam situasi ini kita gunakan Past Future Perfect Tense: “I would have swum at 11 yesterday”.

Rumus Past Future Prefect Tense
Positif: S + would + have + V3
Negatif: S + would + not + have + V3
Tanya: Would + S + have + V3

Contoh Kalimat:
-I would have swum at 11 yesterday

Ingat, kata kerja bentuk-3 dari swim adalah swum (Swim – Swam – Swum).

Biasanya Tense ini, Past Future Perfect Tense ini, sering digunakan untuk berandai-andai. Dulu guru SMA saya bilang ini digunakan untuk menyatakan peristiwa atau kejadian yang “akan telah terjadi pada masa lampau jika syaratnya terpenuhi”. Contohnya:

-He would have passed the examination If She had learned hard
Mestinya Dia sudah akan lulus jika saja dia telah belajar giat

-We would have arrived on time If we walked faster
Mestinya kita sudah tiba jika saja tadi jalan lebih cepat

Mestinya saya sudah akan dapat duit dari internet jika saja saya telah membuat blog dahsyat! Apa tu bahasa Inggrisnya? hehe..

Sekali waktu jalan-jalan ke blog saya ini ya: Membuat Blog Sukses Spektakuler

Itu tadi selingan, kita lanjutkan 

Contoh Lain yang disederhanakan sesuai rumus:

-You would have worked …
-They would have driven home …
-She would have learned music …

Kalimat Negatif Past Future Prefect Tense
-You would not have worked …
-They would not have driven home …
-She would not have learned music …

Kalimat Tanya Past Future Prefect Tense
-Would You have worked …?
-Would They have driven home …?
-Would She have learned music …?



PAST FUTURE PERFECT CONTINOUS TENSE

Jarang loh orang belajar tenses bahasa inggris sampai ke Past Future Perfect Continuous Tense ini. Anda patut saya acungi jempol jika sudah sampai ke bagian ini, karena Anda tergolong pembelajar tenses yang bersemangat, semoga karena semangat itu Anda kemudian menguasai ke 16 Tenses Bahasa Inggris ini..



Masih ingat Future Perfect Continuous Tense kan? Itu loh, Tense yang digunakan untuk menyatakan peristiwa yang: akan, telah dan masih berlangung di masa datang. Maka…

Past Future Perfect Continuous Tense adalah untuk menyatakan hal diatas juga, tetapi dimasa yang lalu, masa lampau. Past Future Perfect Continuous Tense mengenai peristiwa atau hal yang akan telah sedang terjadi di masa lampau.

Rumus Past Future Perfect Continuous Tense
Positif: S + would + have + been + Ving
Negatif: S + would + not + have + been + Ving
Tanya: Would + S + have + been + Ving

Contoh:
-I would have been swimming for 30 minutes ….

Kisahnya begini nih:
Waktu Anda telepon saya jam 9 pagi kemarin itu, saya telah berenang selama 30 menit loh, dan masih terus berenang lagi beberapa waktu setelah itu.

“I would have been swimming for 30 minutes When You called me yesterday.”

Jam segini nih kemarin itu, saya telah menunggu Anda 2 jam lebih.

“At this time yesterday, I would have been wating for you for more than two hours”.

Ada gambaran? Intinya: telah sedang akan! tetapi dulu!

Contoh lain:
-In May 2007, I would have been living in Tanggulangin for 3 years

Kisahnya begini:
Saya sedang cerita tentang Lumpur Panas Lapindo. Ketika pertama kali lumpur itu menyembur, saya akan sudah tinggal di dekat situ (Tanggulangin) selama 3 tahun, tapi belum sampai 3 tahun ya, hampir akan 3 tahun, menjelang 3 tahun. Kemudian saya masih terus tinggal disitu sampai akhir November 2007. Sudah masih akan toh? Tapi dulu toh? hehe..

Contoh lainnya:
-When she decided to get married, “She would have been working there for 1 year”.

Ketika dia memutuskan menikah pada waktu dulu itu, dia sudah bekerja di sana menjelang setahun.

Gimana? sudah terang jelas dan tegas kan?

Coba rasakan dengan feeling Anda tentang Past Future Perfect Continuous Tense.

Kalimat Negatif Past Future Perfect Continuous Tense
Mudah saja, tinggal tambahkan NOT setelah Would
-I would not have been swimming for 30 minutes
-I would not have been living in Tanggulangin for 3 years
-She would not have been working there for 1 year

Kalimat Tanya Past Future Perfect Continuous Tense
Mudah juga, tinggal dahulukan Would nya:
-Would You have been swimming for 30 minutes?
-Would You have been living in Tanggulangin for 3 years at that time?
-Would She have been working there for 1 year?

Demikianlah akhir dari pelajaran Bahasa Inggris Tenses ini, berakhir pada tenses ke 16 yaitu Past Future Perfect Continuous Tense. Anda dapat mengulanginya lagi dan lagi dari awal sampai ke 16 tenses ini meresap dah hilang menjadi Kemampuan Anda menggunakannya baik dalam tulisan atau dalam percakapan.

Sumber : tensesbahasainggris.com ; ronazajac.com ; angielskiwdzien.com

Business Wisdom

Rahasia Sukses

"Apa yang harus saya lakukan untuk sukses?"
"Pilihan" adalah kuncinya. Bagaimana kita menentukan pilihan atas semua tindakan kita. 
11 hal ini adalah hal yang saya lakukan, dan yakini dapat membantu kita menuju sukses.

3 untuk waktu, bagaimana kita memanfaatkan 24x7 kita.
  1. Prioritas, memilih menyelesaikan hal yang terpenting dulu, tetap fokus pada pokok kunci permasalahan. Mendelegasikan atau melupakan yang tidak penting.
  2. Menciptakan kebiasaan yang menguntungkan dalam waktu luang; membaca buku saat di bandara dan hotel, menelpon klien saat di taxi, bbm pada klien akan produk terbaru saat menunggu dokter.
  3. Mengurangi hal2 yang tidak "sesuai dengan mimpi", mengurangi ngobrol ringan, tidak membaca koran kalau memang tidak ada manfaatnya, tidak nonton sinetron, dan jangan terlalu mudah menerima tamu tidak "berguna" yang menghabiskan waktu.

3 untuk kerja.
  1. Jadilah ahli disatu bidang, yang relevan dengan pekerjaan anda, menjadi lebih hebat dari orang lain, lebih ahli dari siapapun. Dan kabarkan kesemua orang bahwa anda ahli dalam hal itu.
  2. Selalu mencari peluang pada setiap kesempatan. Dalam perjalanan kehidupan, kita fokus pada pekerjaan tapi juga harus cukup jernih mengawasi sekeliling kita untuk mencari peluang baru.
  3. Kerja keras, kerja cerdas. Carilah pintasan paling mudah dengan hasil maksimal. Getting More by Doing Less, focus pada 80/20. Pilih tindakan yang paling "tepat guna" dalam sebuah pekerjaan. Pelajari dari orang lain, bertanya, berpikir, ambil tindakan paling efektip, yang "Low Cost High Impact."

3 untuk hubungan sosial.
  1. Miliki sebuah "social capital", harta untuk ber network dengan orang lain, entah berupa sebuah keahlian tertentu atau pengetahuan yang diinginkan orang lain. Belajarlah dan investasikan waktu anda untuk sebuah "network currency" yang diinginkan network anda.
  2. Selalu menghargai orang lain seolah2 mereka lebih penting dari kita, dan dengan tulus dan jujur memuji dan bersahabat dengan mereka.
  3. Selalu menanyakan dalam diri sendiri, apa yang dapat saya pelajari dari mereka, apa yang dapat kita kerjakan bersama, bagaimana kita dapat saling menunjang untuk maju bersama.

2 untuk kehidupan.
  1. Bekerja sebaik kita bisa. Push to the limit, paksakan untuk maksimal, baik secara kwalitas ataupun kwantitas. Untuk hal tertentu kita harus melakukan yang maksimal, tanpa kompromi. Untuk hal lain, dapat kita asal2an saja, pilihan adalah kunci.
  2. Carilah keberuntungan. Find your luck. Setiap peluang, setiap persahabatan, setiap perjalanan, memiliki "misteri rejeki" masing masing, yang akan membawa kita pada sukses dan kebahagiaan.

Sebenarnya pada akhirnya, tidak ada rahasia sukses. Sukses adalah sebuah hasil atas pilihan tindakan2 kita pada perjalanan kehidupan, yang telah memberikan nilai lebih pada "pelanggan" kita, kepada semua orang disekeliling kita.

*) sumber : tanadisantoso.com

Business Wisdom

Pekerjaan Paling Punya Kemungkinan Sukses
Oleh : Tanadi Santoso

Seorang teman bertanya: "Pekerjaan apa yang paling baik untuk ditekuni pada jaman ini supaya bisa sukses besar?" Pertanyaan mudah, yang jawabnya susah.

Nah, saya menjawab petanyaan teman itu dengan kalimat: "Pelajari hal2 yang sulit dilakukan, yang berbeda dengan orang lain, dan memberi nilai lebih atau sangat berguna bagi banyak orang."

Dalam pemikiran yang lebih dalam, memang ada 3 karakter pekerjaan masa depan yang punya kemungkinan sukses besar:
  1. Yang sulit dilakukan. Jaman ini adalah jaman mudah, semua orang mau yang mudah, mau yang instant, dapat dipelajari dengan cepat, tanpa peluh dan jernih payah. Nah, karena semua mau yang mudah, belajarlah hal2 yang sulit, yang hanya segelintir orang yang bisa, karena sulitnya. Semakin sulit semakin baik, tidak banyak kompetisi, dan susah ditiru orang lain.
  2. Yang beda dengan orang lain. Kemampuan kita semua hampir sama, jurusan laku dikampus terlalu banyak yang ahli. Pelajari hal yang aneh, unik, authentic, dan khas dengan diri anda. Jangan mau sekedar sama dengan enam ratus ribu orang lain.
  3. Yang memberi "value" bagi orang lain. Sekedar aneh dan sulit, tapi tidak punya manfaat, akan tidak berguna juga dalam persaingan usaha. Mengamati trend yang sedang ada, memantau hal2 yang banyak laku, melihat masa depan akan seperti apa, dan kita mempelajari hal2 yang memberi nilai tambah buat calon "pelanggan" kita.

Tapi sebenarnya apa, tentu sangat bergantung pada kemampuan tiap orang, bakat masing2, passion, kesempatan, dan trend yang berjalan, serta faktor2 lain yang sering tidak kelihatan saat ini.

*) sumber : tanadisantoso.com

Selasa, 13 Desember 2011

Cerpen

Mesin ketik pertama Arswendo Atmowiloto

Oleh : Arswendo Atmowiloto

 
Saya menulis cerita pendek mulai kelas dua SMA. Mestinya jauh sebelum itu, karena itu yang pertama kali dimuat. Tentang kisah cinta sesama teman sekolah. Lalu banyak menulis cerpen dalam bahasa Jawa. Salah satunya BAKUL JAMU atau penjual obat pinggir jalan yang biasanya penuh atraksi.

Saya ingat karena karena cerpen itu dikomentari sastrawan senior N. Sakdani Darmopamudjo. Tentu saja cerita ini lahir dari tangan saya--dalam artian sebenarnya--karena saya tulis dengan tangan. Tulisan tangan saya tidak bagus... sampai sekarang susah dibaca, mirip resep bikinan dokter.

Sebagian dari karya saya kemudian saya berikan ke biro jasa pengetikan. Waktu itu di Solo ada banyak biro jasa seperti itu. Kita bisa mengetikkan , dapat rangkap dua, dengan ongkos tertentu per halaman. Tapi ya itu tadi, tulisan saya susah dibaca dan susah ditafsirkan. Akibatnya, banyak salah ketik.

Tanpa banyak belajar, saya bisa mengetik di kantor kelurahan. Biasanya sehabis jam kantor, kelurahan sepi. Mesin ketik gede pun menganggur sehingga saya bisa leluasa menggunakan. Namun, kondisinya sudah tidak memenuhi syarat. Pitanya kering dan hancur, huruf-hurufnya harus dibersihkan, sehingga cara terbaik adalah memakai karbon. Aslinya tak jelas, tapi hasil karbon bisa terbaca. Apalagi harga karbon jauuuuh lebih murah dibandingkan dengan harga pita mesin ketik.

DIGADAIKAN IBU

Sebenarnya, kami pernah memiliki mesin ketik, warisan keluarga. Saya pernah menggunakan sesekali. Tapi oleh Ibu, mesin ketik itu digadaikan ke keluarga dekat. Karena tiga bulan tak bisa menebus, akhirnya "mabur" alias terbang tak kembali.

Sebenarnya keluarga dekat itu bukan tukang gadai. Tapi Ibu sering meminjam uang dan biasanya susah ditagih. Saya sempat marah besar kepada Ibu, namun Ibu menerangkan: "Itu lebih baik daripada kelaparan, dijual kan sayang."

Untuk jangka yang lama saya membenci Ibu karena tak menemukan alasan kenapa mesin ketik itu digadaikan. Ibu menyesali perbuatan itu, dan menurut cerita, ia mau "menjual rambut tubuhnya" jika bisa menebusnya. Tapi tak ada yang mau membeli rambut Ibu. Versi lain diceritakan tetangga. Ibu terpaksa menggadaikan mesin ketik itu bukan untuk kebutuhan sendiri, melainkan untuk menolong seseorang yang datang padanya meminjam duit.

Beberapa kali saya minta klarifikasi ke Ibu, tapi tak ada jawaban pasti. Untuk satu hal ini, Ibu lebih suka tutup mulut.

Akhirnya, ada jalan keluar yang tak terduga. Bisa jadi beginilah jalan Tuhan yang susah dimengerti, tapi mudah dirasakan. Saya menjaga toko kelontong milik keluarga dekat tadi. Saya menjaga saya juga berbelanja ke toko grosir dan melakukan pembukuan. Untuk itu, saya tidak menerima gaji, tapi bisa menggunakan mesin ketik.

Selama tak ada pembeli, saya bisa terus mengetik. Sebuah penyelesaian yang sama-sama menyenangkan. Saya mengusulkan toko buka 24 jam, meski yang disetujui hanya sampai pukul 22.00.

Toh, keinginan memiliki mesin ketik sendiri tetap menggebu, apalagi setelah toko kelontong itu punya penjaga lain. Saya merasa kurang leluasa mengetik. Untunglah, tak lama kemudian saya diterima bekerja di sebuah penerbitan berbahasa Jawa. Di sini saya bisa mengetik. Tapi, karena satu mesin dipakai tiga empat wartawan, kami harus antre. Di malam hari kadang saya tertidur dalam antrean.

Di samping pekerjaan kantor, saya mengetik juga keperluan pribadi. Menulis artikel, cerita pendek, dan cerita bersambung untuk dikirimkan ke penerbitan di Jakarta. Untuk kertas yang dipakai urusan pribadi, saya membawa sendiri dari rumah. Kertas itu biasanya kertas buram--begitu istilahnya, harganya murah.

Kertas itu tidak dibeli per rim, melainkan secara eceran. Bisa dibeli hanya 100 lembar, 50 lembar, bahkan 10 lembar pun dilayani. Dapat dibayangkan betapa repotnya menghitung lembar demi lembar, kadang tangan dibasahi ludah lebih dulu.

Saya mencoba menyisihkan uang agar kelak bisa membeli mesin ketik. Yang bekas pun tak apa. Namun, keinginan itu lebih sering mentok oleh kebutuhan perut. Hanya mereka yang pernah merasakan lapar, tahu betapa kelaparan bisa mendorong seseorang berbuat yang kita sesali, termasuk membenci Ibu atau mengecewakan anak. Hanya mereka yang tulus akan menemukan jalan keluar yang menyenangkan, tidak menyakiti siapa-siapa, dan tidak menyisakan dendam.

BUAH PERKAWINAN

Tahun pertama pernikahan, saya lebih memperkuat tekad untuk bisa membeli dan memiliki mesin ketik sendiri. Istri saya yang bekerja sebagai penjahit setuju untuk sama-sama menyisihkan uangnya. Dimasukkan ke "tabungan" yang diletakkan di kamar tidur. Bukan celengan ayam atau babi, melainkan kendi, tempat air dari tanah.

Kalau saya menerima honor tulisan, separuh masuk tabungan. Juga istri saya kalau menerima honor jahitan. Kalau tidak begitu, tidak ada yang tertahan. Sebelumnya, kami sudah melakukan hal yang sama ketika membeli mesin jahit bekas, dan sukses.

Meskipun tidak mencatat, kami sering berhitung. Kira-kira sudah berapa, hari ini memasukkan berapa, minggu ini memasukkan berapa. Perolehan dari honor-honor saya lumayan sebenarnya. Karena saya juga menulis laporan atau berita--lebih sering berbentuk feature--untuk harian KOMPAS dan mingguan TEMPO. Mungkin saya satu-satunya koresponden lepas yang bekerja untuk dua media yang berbeda. Herannya, saya memiliki surat tugas resmi, selembar kertas yang menerangkan saya koresponden lepas, dengan jangka waktu tertentu.

Honor menulis cerpen sekitar lima kali hasil menjahit baju. Namun tak bisa dijadwalkan kapan saya terima. Sementara menjahit bisa diperhitungkan, tiga hari dikerjakan selesai. Bisa langsung terima ongkos jahit... kalaupun mundur pembayaran, masih bisa diperkirakan. Baik menjahit maupun mengetik tak memerlukan modal besar. Menjahit hanya perlu membeli benang dan jarum sesekali, sedangkan mengetik hanya memerlukan kertas. Masalahnya, mesin jahit sudah ada, mesin ketik belum!

Sambil menunggu tabungan penuh, kami berdua rajin ke toko, melihati pajangan mesin ketik, dan mengumpulkan data-data, merek ini harganya berapa.Keinginan saya adalah mesin ketik portable--bukan yang gede kayak di kantor. Buatan Jepang lebih murah dari buatan Jerman, Inggris atau negara lain.

Ketika merasa sudah cukup, kami pun sepakat untuk memecahkan kendi. Benar, uang yang kami kawinkan berhasil mencapai harga mesin ketik di toko. Tak menunggu lama, kami berdua naik becak menuju kompleks pertokan di daerah Singasaren, sekitar tiga kilometer dari rumah. Dengan gagah kami membeli. Akhirnya! Ya, akhirnya saya, eh kami, memiliki mesin ketik sendiri!

Pulangnya saya tak mau naik becak. Mesin ketik sengaja saya tenteng sambil jalan kaki. Biar seluruh dunia tahu saya mampu membeli mesin ketik. Baru. Merek Brother, buatan Jepang -- mungkin juga buatan Taiwan atau Tiongkok, atau malah rakitan negeri sendiri. Kami hanya beristirahat di warung bakso. Bukan karena kecapekan, melainkan masih ada sisa duit. Melanjutkan jalan kaki, lewat deretan toko yang lampunya terang. Sehingga orang-orang bisa melihat kami membawa mesin ketik!

Sampai di rumah, mesin ketik dibuka plastiknya, saya letakkan di ranjang. Lalu dikeloni. Sengaja saya tidak menggunakan malam itu. Ingin memandang sepuasnya. Saya sudah menyatakan tekad bulat: segenting apa pun hidup ini, mesin ketik ini tak boleh digadaikan.

AMAN BERSELIMUT

Esoknya, berita besar sampai di kantor. Saya mendapat ucapan selamat. Semua teman menyatakan turut bergembira. Tentu saja mereka bergembira karena saya tak ikut antrean lagi.

Sejak itu hiasan rumah jadi berubah. Bertambah dengan pita yang direntangkan dari ujung ke ujung. Pita mesin ketik yang kering diminyaki, kemudian diangin-anginkan. Ini cara yang lebih mudah dibandingkan membeli yang baru. Pernah saya melakukan kebodohan yang disesali agak lama. Membeli pita baru yang dua warna: merah dan hitam. Ternyata warna merah praktis tak pernah digunakan, artinya hanya mempergunakan separuh. Duuuuh, nyesel rasanya.

Akhir 1973 saya mengembara ke Jakarta, sendirian. Anak dan istri di rumah. Pekerjaan saya menulis resensi, atau apa saja untuk dikirimkan ke media yang ada. Media mana saja. Mesin ketik itu saya bawa karena tak punya kantor. Saya memperoleh tempat tinggal di daerah Cililitan, di sebuah kebun kosong milik orang yang baik hati. Di sana ada rumah, namun kurang terurus... memang tak ditempati. Ada daun pintu, tapi tak ada kunci, dan engselnya mudah lepas.

Kalau saya dan teman-teman pergi, mesin ketik itu saya bungkus selimut, disembunyikan di kolong ranjang. Nyatanya selamat dari pencuri yang bisa masuk leluasa jika mau.

Kemudian saya mulai bekerja di grup ... namanya belum divisi majalah, di Gramedia. Mesin ketik itu pun ikut pindah ke rumah kontrakan di daerah Kalipasir, Cikini, kemudian ke Depok. Kadang kalau tugas keluar kota saya bawa.

Kami berpisah sementara di akhir tahun 1979 ketika saya mendapat beasiswa dari University of Iowa, Amerika Serikat. Saya mendapat kesempatan mengikuti kuliah dan membeli kuliah, kalau mau, mengenai penulisan kreatif. Hasil pertama di sana saya isi dengan membeli mesin ketik. Waktu itu mesin ketik sangat murah karena adanya komputer. Belinya di toko loak.

Suara tak-tik-tak-tok yang merdu turut hilang, berganti tet-tet-tet-tet mesin ketik listrik. Rasanya kok kurang pas. Itu sebabnya saya beli lagi mesin ketik biasa. Saah satu novel yang saya tulis lewat mesin ketik itu adalah DUA IBU yang dimuat bersambung di KOMPAS dan diterbitkan Gramedia, lalu mendapat penghargaan sebagai buku terbaik dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Dua mesin ketik itu saya bawa pulang, meskipun praktiknya saya masih lebih sering menggunakan merek Brother, yang kini telah berubah, catnya diperbarui. Kalau tak salah pernah dua kali diperbarui catnya, sebelum akhirnya lebih banyak digunakan keponakan. Sekitar 1985-an saya mulai menggunakan komputer. Membeli dari Parakitri Tahi Simbolon yang menjual berikut mesin printernya.

DOA DARI PENJARA

Saya memang selalu mengetik. Boleh dikata, tak pernah tiga hari berturut-turut, dalam kondisi apa pun, saya tidak mengetik. Setidaknya sampai 1990 ketika saya masuk penjara. Saya masih menulis, mengumpulkan lelucon-lelucon, yang lantas menjadi buku MENGHITUNG HARI, juga dibuat sebagai sinetron dengan judul yang sama dan dipilih sebagai sinetron terbaik. Capek sekali menulis tangan seperti dulu. Akhirnya, saya secara khusus merumuskan cara berdoa.

"Tuhan, tangan saya capek menulis. Beri kesempatan menggunakan mesin ketik kalau itu membawa kebaikan bagi saya. Jangan beri kesempatan kalau ternyata menjauhkan dari-Mu." Saya minta bantuan istri dan anak-anak berdoa dengan tema serupa: mendapatkan mesin ketik.

Eeeee, manjur seketika atau kebetulan, saya diizinkan memakai mesin ketik. Surat permohonan yang sudah diajukan sejak masuk, tiba-tiba diberi izin, dengan surat khusus. Alasan yang saya pakai untuk mengetik pembelaan. Surat izin itu saya beri bingkai, saya tempel di kamar. Isinya bahwa saya bertanggung jawab penuh atas penggunaan mesin ketik itu, tak boleh dipinjamkan kepada orang lain tanpa izin tertulis dari pimpinan.

Suatu ketika ada sipir yang mau meminjam mesin ketik, tetapi saya tolak. Padahal hanya mengetik satu huruf. Ya, satu huruf. Sipir itu baru saja memfotokopi kartu tanda penduduk. Rupanya ada huruf yang tak tersalin dengan jelas, dan hanya bisa dibetulkan dengan mesin ketik karena jenis hurufnya sama. Tapi saya keukeh tak memberikan dengan menunjukkan tanda larangan meminjamkan.

Di ruang keamanan--hanya ini tempat yang diperbolehkan untuk mengetik, itu pun siang hari--saya tak cuma mengetik pembelaan, tapi juga cerpen, novel, cerita bersambung, sesekali artikel. Dengan nama samaran, saya kirimkan dan dimuat di banyak harian, mingguan, dan majalah.

Gangguan kala mengetik hanya terjadi kalau ada napi berkelahi, pukul-pukulan, tusuk-tusukkan, atau tertangkap sodomi. Di ruang itulah diperiksa, berdaah-darah. Saya tak tega melihatnya. Mungkin kalau dulu saya berdoa: "Tuhan beri kesempatan saya menggunakan mesin ketik siang dan malam", lain ceritanya.

Sekarang, ketika menulis ini, saya tak lagi memakai mesin ketik. Tapi saya mengoleksi banyak mesin ketik, dari semua jenis yang pernah saya gunakan dan masih saya ingat, sampai yang aneh-aneh. Ada yang hurufnya amat sangat kecil, berhuruf Jepang, Arab, Thailand, Ibrani, India, ada juga yang sangat besaaaaar, hurufnya berdiri seperti bulu merak, hurufnya kapital semua, hurufnya terbuat dari perak, berukuran lebih kecil dari korek api [ini lebih sebagai hiasan], sampai yang masih lengkap tas pembungkusnya [dari kulit, kayu, plastik].

Beragam benar, dan semua masih bisa digunakan untuk mengetik. Saya memang senang mengoleksi. Mungkin karena dulu pernah menggunakan berbagai jenis yang tak bisa saya miliki. Mungkin juga karena kini saya merasa punya duit dan mampu membeli. Mungkin juga karena keinginan bernostalgia, sebagai kenangan yang bisa menjadi kekuatan rohani saat itu... atau juga sampai saat ini.

Yah, hanya mereka yang penah lama mengetik dengan mesin ketik manual bisa merasakan irama tak-tok-tak-tok yang indah, merdu, dan memberi kekuatan hidup. (*)

Sumber: Intisari, Februari 200



*) terakhir dipost oleh : hurek.blogspot.com

Cerpen

Suamiku Jatuh Cinta pada Jam Dinding

Oleh : Arswendo Atmowiloto

 

Sebenarnya ini bukan sesuatu yang luar biasa bagiku, karena aku tahu kebiasaan suamiku yang tidak biasa. Sebagai suami, sebenarnya ia tak beda banyak dengan lelaki lain, atau suami lain yang pernah kudengar. Dan menurut penilaianku ia termasuk suami yang baik: suami yang mencintai, bertanggung jawab, dan kadang tidak setia. Ia mencintaiku dan itu kurasakan. Ia bertanggung jawab sebagaimana suami dalam tata nilai tradisi: bertanggung jawab atas semua kebutuhan dengan sukarela. Kalau ia mengaku tidak setia, karena memiliki ukuran berbeda.

Katanya: “Bahwa sebenarnya kesetiaan itu bukan diukur apakah seseorang berkhianat atau tidak, melainkan apakah ia kembali lagi atau tidak.” Kata-kata itu mungkin menghibur, tapi tak mengubah bahwa hati seorang istri hancur karenanya. Siapa yang tidak meledak kalau mendengar penjelasan berikutnya.
“Sebagaimana kematian adalah bagian dari kehidupan, demikian juga patah hati atau sakit hati adalah bagian yang sama dengan jatuh cinta. Kalau kamu pernah mengalami sakit hati, cintamu akan menjadi sempurna.”
Mungkin akan sempurna kalau aku patah hati dengan lelaki lain, misalnya. Bukan dengan suami sendiri. “Sebetulnya sama saja. Hanya saja sebutan suamiku, menunjukkan kepemilikanmu, jadinya terasa lebih menyakitkan.”
Saat itu merupakan masa-masa yang berat bagiku. Sama beratnya ketika nafsu seksualnya begitu menggebu dan aku makin menggerutu. Sampai pada titik jenuh, sehingga sakit walau hanya disentuh. “Dalam pikiran lelaki, hubungan seks adalah bentuk cinta. Makin perkasa dia, membuktikan ia makin mencintai.” Jelas itu omong kosong. “Akan ada waktunya nanti ketika daya seksual melemah atau habis, cinta memisahkan diri dengan nafsu seksual. Ketika itu cinta tak perlu dibuktikan dengan hubungan seksual. Nafsu seks bisa mati dan berhenti, tapi cinta bisa terus jalan sendiri.” Artinya kalau setelah daya seks melemah, tapi masih bisa betah bersama-sama, itu artinya masih cinta. “Saat seperti akan datang dengan sendirinya, tak perlu dipaksa, sebagaimana usia. Tanpa kecuali semua bertambah tua, juga dunia.”
Dan kini, ia jatuh cinta kepada jam dinding. Aku bisa merasakan, karena aku sangat mengenalnya sekian lama, dan juga karena ia tak menutup-nutupinya.
“Bagaimana kamu bisa jatuh cinta kepada jam dinding itu?”
“Seperti yang selama ini terjadi,” katanya menjelaskan. “Aku melihat jam dinding itu, tertarik, dan terjadi dramatisasi dalam seluruh kesadaranku. Karena kita membelinya bersama-sama, kamu ingat hari-hari yang kita lalui bersama jam dinding. Itu yang menjadi berharga.”
Jam dinding itu memang dibeli pertama kali kami pindah ke Jakarta. Di sebuah rumah kontrakan yang hanya satu kamar-dan satu pintu untuk keluar masuk, kamar tidur hanya ditutup tirai, sehingga jam dinding itu kelihatan terlalu besar. Sebenarnya sebutan jam dinding itu tak sepenuhnya tepat. Karena kamar kontrakan yang kami tempati tidak memiliki dinding. Hanya ada papan yang ditempeli kertas semen berlapis, lalu dicat. Jam itu bisa jatuh setiap saat. Bentuknya agak bujur sangkar dengan angka yang jelas, mulai dari 1 sampai angka 12. Ini kesepakatan bersama sebelum membeli, karena kalau tidak memakai angka, atau angka Romawi, kami sering salah lihat. Agak modern, karena di bagian bawah ada lubang yang menunjukkan tanggal serta nama hari-walau dalam bahasa Inggris. Ada tombol manual untuk menyesuaikan hari di sebelah kanan atau bawah, juga untuk membetulkan tanggal, entah sebelah kanan atau bawah. Yang akan berubah sendiri dan mengeluarkan suara jeglek keras tengah malam saat berganti. Warna dasarnya coklat, ada kontur putih. Ini model yang agak mewah, walau harganya paling murah dibandingkan dengan yang ada di toko waktu itu. Dengan satu baterai tanggung, jam itu bisa menunjukkan waktu untuk jangka lumayan lama, sebelum akhirnya batu baterainya harus diganti. Di rumah kontrakan yang sempit, satu-satunya tempat ya di ruang tamu, merangkap ruang keluarga, ruang bermain. Kalau tidak salah-mestinya tidak, jam dinding itu dibeli bersamaan dengan pembelian kursi yang memakai roda di bawahnya, yang ditawarkan dengan nama kursi direktur. Praktis roda itu tak bisa bergerak ke mana-mana karena ruangan sempit. Ketika akhirnya kami bisa pindah ke rumah yang bisa dicicil selama 20 tahun, kursi direktur dan jam dinding ikut pindah. Hanya karena rodanya sering macet-atau sebenarnya takut terlindas roda ketika anak-anak mulai merangkak-kursi itu diistirahatkan. Aku lupa bagaimana nasibnya: jelas tak mungkin dijual ke tukang loak. Walau tak ada sisanya, juga dalam ingatan. Sedangkan jam dinding itu, kini menempati posisi utama di ruang keluarga. Sampai kemudian kami pindah lagi ke rumah yang lebih besar, dengan garasi lebih lebar, dengan ruang keluarga yang menganga, jam dinding itu tetap menguasai. Ditempel di atas pintu yang menghubungkan ruang keluarga dengan ruang lain yang sering dilewati. Sehingga semua orang bisa melihati. Ini menjadi masalah karena kemudian jam dinding itu berubah semaunya. Perubahan tanggal dan hari tidak terjadi tengah malam, melainkan suka-suka jam dinding itu sendiri. Bisa pagi, tahu-tahu ada suara jeglek. Sering kali lebih dari 24 jam. Beberapa kali diganti batu baterai, jadi baik lagi. Tapi yang terakhir ini, biarpun diganti batu baterai, kadang ngadat. Artinya putarannya betul-betul sesukanya. Karena mengganggu-terutama mengganggu mereka yang baru melihatnya, tempatnya berpindah ke kamar tidur.
Di kamar tidur pun kelakuan jam dinding itu sama. Baginya sehari bukan 24 jam. Mungkin 20 jam, atau lama-lama malah berhenti di pukul lima kurang lima. Sebulan lebih begitu terus. Tahu-tahu berubah sendiri. Terbersit suamiku yang menyesuaikan untuk suatu ketika, tapi terhapus dengan sendirinya karena itu tak mungkin dilakukan suamiku yang pemalas. Sedemikian malasnya ia, sehingga ketika makan dan sendoknya jatuh, ia melanjutkan dengan tangan telanjang.
“Jam itu tak ada gunanya,” kataku.
“Salah, Di kamar tidur ini kita tak membutuhkan waktu. Menunjuk ke angka berapa pun, apa bedanya.”
Mengganti dengan batu baterai yang baru pun tak ada gunanya. Membawa ke tukang reparasi jam tak ada gunanya. Ongkosnya akan mahal. Sementara jam yang sama dan sejenis atau bahkan lebih bagus cukup banyak. Ada masanya banyak perusahaan berpromosi dengan jam dinding. Bahkan juga nama yayasan yang meminta bantuan. Jumlahnya banyak sekali. Artinya jam dinding itu sudah tidak mempunyai fungsi. Selain sebagai hiasan, di mana sebagian kenangan masih bisa diingat-ingat darinya.
“Kenangan tak akan pernah bisa dikalahkan oleh waktu. Justru kenangan menang dengan waktu. Makin lama berlalu, kenangan makin bermutu. Ingat itu.”
Menjadi indah, walau bikin gundah, adalah contoh yang diberikan kemudian: “Itu sebabnya seorang lelaki yang mempunyai istri lebih satu, selalu yang memberi kenangan lama yang akan menang. Betapa pun lebih hebatnya istri kedua atau ketiga, dalam soal kenangan, selalu lebih banyak istri pertama. Bahkan untuk merasakan lebih baik pun perbandingannya dengan kenangan sebelumnya.”
“Berarti aku selalu nomor satu.”
“Setelah ibuku.”
Sebagaimana lelaki pada umumnya juga, suamiku juga pecinta ibu. Yang tidak malu-malu mengakui, tidak malu dikeloni meskipun saat itu sudah punya istri aku. Sedemikian dekatnya suamiku kepada ibunya, sehingga waktu ibunya meninggal aku sangat ketakutan.
“Sekarang yang kamu hormati, dan kau takuti sudah meninggal. Kamu pasti berani kawin lagi.”
“Mungkin.”
“Mungkin?”
“Mungkin, karena semua lelaki mempunyai bakat untuk itu. Tapi secara praktis tak akan menyenangkan. Di dunia, satu-satunya tata krama yang aneh dan disepakati di seluruh dunia adalah tata krama dalam lembaga perkawinan.
Bayangkan, seseorang naik becak atau bis kota, ia naik dulu baru bayar kemudian, mungkin di tengah jalan, mungkin di tujuan. Seseorang yang naik kereta api atau naik pesawat terbang membayar di depan, tapi untuk satu atau dua perjalanan. Dalam perkawinan pembayaran dan ikatan berlangsung selamanya. Kontrak ikatan yang paling dungu, tapi dianggap aman bagi lelaki dan perempuan.”
“Berarti kamu menyesali perkawinan?”
“Satu-satunya yang kusesali dalam hidup ini adalah karena aku tak bisa menyesali apa yang terjadi. Aku bahkan tak mampu menyesali kenapa aku tak dilahirkan di Irian atau Nepal di puncak gunung saja. Atau di tempat yang paling aku sukai, tempat yang ada sungainya, lalu aku bisa bermain sepuasnya, memandangi terus.
Menyesal hasil dari pikiran, dari nalar.
Dan nalar bahkan tak bisa menjelaskan hal yang paling sederhana dan terjadi pada semua orang: “cinta”.
Di kamar tidur jam dinding itu sebenarnya tak terlalu mengganggu, karena letaknya di kepala, agak ke atas. Sehingga ketika berangkat tidur, atau bangun, juga selama berbaring tak perlu melihat ke arahnya. Tapi memang , saat keluar dan masuk kamar, masih saja melihatnya. Dan selalu menemukan jarum jam tidak menunjukkan waktu yang disepakati.
Sehingga aku berniat memindahkan.
“Bahkan ketika kamu memindahkan, ia tetap ada. Kamu bisa merasakan keberadaannya saat tiada.”
Ada benarnya juga, karena ketika kupindahkan ke dapur, aku masih menengok ke tengah jam dinding lama dipasang. Bahkan ketika di tempat itu dipasang jam dinding baru, yang terbayang adalah jam dinding lama.
“Lelaki mengenal cinta pertama melalui ibu, demikian juga bayi perempuan. Sampai kemudian merasa perlu kepada pacar atau kekasih, sampai dengan kepada istri. Semua terjadi dengan rasa aman, karena ia tak mungkin menerima cemburu dari ibunya. Atau cemburu yang aman-yang membiarkan kita mencintai orang lain. Seorang istri, juga seorang suami tak bisa benar-benar begitu.
Baru kemudian cinta aman berlanjut ketika mencintai binatang kesayangan, ketika mencintai tumbuhan, ketika kemudian mencintai barang.
Kamu mungkin berpikir cinta semakin menurun kadarnya, dari seorang ibu ke istri, ke binatang, dan ke barang. Mungkin itu ke kedewasaan, karena kemudian bisa saja jatuh cinta ke suatu yang tak ada.”
Aku tak begitu yakin apa yang dikatakan, tapi bisa merasakan. Cinta yang harus terbagi padaku ketika ia menceritakan kemesraan ibunya, jauh berbeda dengan pacarnya, kemudian dengan binatang atau jam dinding.
“Benarkah semata-mata karena rasa aman yang membedakan cinta?”
“Bisa begitu, bisa rasa-rasa yang lain. Sesungguhnya cinta hanya ada dalam pembesaran di pikiran, di perasaan. Cinta tak akan selesai dirumuskan dengan pemikiran.”
Cinta aman bisa terus ke cucu, ke menantu, ke tanah, ke yang sudah tidak ada. Atau bahkan ke yang tak pernah ada. Atau ada, walau tak berguna.
“Seseorang hanya memiliki satu cinta. Seperti air sungai, bisa mengalir ke mana-mana, membelok ke selatan atau ke utara, tapi sebenarnya satu arus saja.”
Tiba-tiba aku sadar dan menjadi sangat jengkel. Dengan kalimatnya itu berarti perkawinan tak banyak maknanya, toh tak menghalangi cinta mengalir ke jurusan mana saja. Aku lebih jengkel karena jam dinding itu ketika dipasang di dapur bisa bergerak lagi. Memang tidak tepat untuk waktu-entah kenapa selalu lebih maju.
“Istriku, ketika kita memutuskan untuk membeli jam dinding itu, itulah keberanian, itulah anugerah yang sama ketika memutuskan menjadi suami-istri dalam suatu pernikahan. Keberanian, karena banyak cinta diutarakan tanpa keberanian menikahi resmi. Anugerah, karena itu hadiah besar. Semua itulah harga yang kita bayar untuk selamanya memiliki, merawat, memanjakan dan dimanjakan. Kita tak akan merasa aman, merasa memiliki, hanya dengan melihat di pajangan toko, atau dipasang di sini karena dipinjamkan. Bahkan ketika kita membelinya dengan mencicil, sejak awal kita merasa memiliki secara resmi ketika memandangi.
Pada jam dinding lain kita bisa mengagumi, tapi kita tak mudah jatuh cinta karena kita tak memiliki kenangan yang menjadi berharga dengan berlalunya waktu yang kita lewati bersama.”
Jam dinding bermerek Citizen itu masih bergerak-gerak-kini aku tahu jarum yang menunjukkan detik memang bergerak lebih cepat dari jam dinding lain. “Kita tahu bahwa merek itu hanya ditempel oleh penjualnya. Bisa merek yang sama ditempelkan pada jam dinding lain, atau jam dinding itu menjadi merek lain. Itu biasa dalam jual beli jam di toko. Seperti juga namamu, namaku. Bisa dipakai orang lain, atau nama kita ini hasil pinjaman nama orang lain.
Kalaupun jarum detik bergegas, kita menerimanya sebagai paket. Sebagaimana aku menerimamu meskipun kamu cerewet, atau aku yang tidak cerewet.”
Seharusnya akulah jam dinding itu: menandai waktu berlalu secara bersama, mendetakkan berbagai peristiwa dan karenanya menjadi rangkaian kenangan, yang selalu ada dan bertambah, pun ketika harus berada di dapur atau kamar tidur, pun saat waktu terulur.
Sesungguhnyalah suamiku adalah jam dinding, dan aku bahagia jatuh cinta padanya. Akulah sungai yang memiliki keberanian menerimanya sebagai anugerah.*

*) terakhir dipost oleh : http://cerpenkompas.wordpress.com

Cerpen

Maafkan Aku Mencolek Pantatmu
oleh :  Arswendo Atmowiloto

Suatu hari di sebuah toko buku….
“Eh, sorry”.
“Kurang ajar !. Kamu sengaja ya ! Mau curi – curi kesempatan ya !”.
“Enak aja. Siapa yang mau curi – curi kesempatan ?”.
“Buktinya kamu nyolek pantatku !”.
“Aku nggak nyolek. Aku mau ngambil buku itu tapi nggak sengaja kena pantatmu”.
“Alaaah alasan !. Muka seperti kamu emang muka – muka mesum”.
“Hei, jangan sembarangan ya kalo ngomong, tak sobek – sobek mulutmu nanti !!”.
“Emangnya kenapa, kamu mau pukul aku ?. Pukul kalo berani !. Udah nyolek masih mau mukul juga ?”.
“Dasar cerewet. Awas kamu… !”.
“E…e…e… ada apa ini, kok ribut – ribut ?”, seorang satpam datang.
“Dia nyolek pantat saya, pak satpam”.
“Bohong pak !. Saya nggak ada maksud, saya nggak sengaja”.
“Iya, tapi kan sama aja. Artinya tangan kamu sudah menyentuh pantatku !. Sama aja kan?”.
“Lain dong !. Saya kan nggak sengaja. Kalo disengaja, rasanya lebih nikmat. Kalo nggak disengaja, nggak kerasa apa – apa”, kata si pemuda
“Benar begitu anak muda ?”, tanya pak satpam kepada pemuda itu.
“Saya nggak bohong pak satpam. Coba deh bapak buktiin sendiri”.
Sesaat kemudian…
“Kok pak satpam ikut – ikutan nyolek pantat saya sih ?”.
“Eh… enggak… saya cuma mau buktiin, bener nggak omongan pemuda ini”.
“Gimana pak ?”, tanya si pemuda kemudian.
“Kamu betul anak muda. Rasanya memang lain”.
“Lho, bagaimana urusannya ini ?. Saya malah dua kali dicolek. Gimana sih ?”.
“Mbak, pemuda ini nggak salah, soalnya dia nggak sengaja, dan dia nggak merasakan nikmat apa – apa”.
“Berarti pak satpam dong yang salah ?”.
“O nggak bisa. Saya penegak hukum di sini. Saya nggak bisa disalahkan. Justru tugas saya mencari siapa yang salah untuk selanjutnya dihukum”.
“Tapi pak satpam tadi udah nyolek pantat saya”.
“Itu hanyalah cara saya untuk mencari pembuktian. Itu bukan kesalahan”.
“Terus gimana dong ?”.
“Begini saja. Kalian berdua berdamai saja. Mbak balas saja nyolek pantat mas ini”.
“Ah nggak mau. Pantatnya tepos”.
“Enak aja main balas. Aku nggak mau dicolek sama perempuan ini !”.
“Terus gimana dong ?”.
“Ask the audience1). Kita tanya pengunjung toko buku ini yang sedari tadi sudah melihat ribut – ribut ini. Gimana bapak – bapak, ibu – ibu?”.
“Setujuuu !”.
“Colek !”.
“Cium !”.
“Jambak !”.
“Tampar !”.
“Masukin penjara !”.
“Telanjangin !”.
“Bilangin ke ibunya !”.
“Pelecehan !”.
“Hidup emansipasi !”.
“Merdeka !”.
“Sunat !”.
“Campur sari !”.
“Astaghfirullah !”.
“Pak, bukunya dibayar dulu !”.
“Aku ra melu – melu lho !”.
“Stooooooooooopppp !!!”.
Suasana hening…
“Kalian apa – apaan sih ?. Dimintain pendapat malah ribut sendiri – sendiri !”.
“Kita nggak bisa pake cara ini pak satpam”, kta si pemuda.
“Lalu ?”.
“Phone a friend2)”.
“Ok, boleh kita coba. Anak muda, kamu mau telpon siapa?”.
“Kakek saya”.
“Kenapa ?”.
“Dulu dia juga pernah mengalami masalah seperti ini”.
“Ok. Mbak, mau nelpon siapa ?”.
“Komnas HAM”.
“Kenapa ?”.
“Saya sudah dirugikan”.
“Ok. Kita mulai. Kamu duluan anak muda. Waktu kamu 60 detik dari… sekarang”.
Sesaat kemudian…
“Hallo eyang, saya lagi ada masalah nih. Saya nggak sengaja nyolek pantat cewek, dan sekarang dia marah sama saya. Gimana dong, saya mesti gimana nih. Padahal saya kan nggak sengaja“.
“Ceweknya seksi nggak ?”.
“Ya, lumayan sih”.
“Kamu tadi nyolek yang sebelah kiri atau kanan ?”.
“Kayaknya sebelah kiri deh”.
“Kalo gitu, sekarang colek aja yang sebelah kanan, beres kan?”.
“Aduh, eyang gimana sih, kok malah begitu ?. Ya udah deh, makasih banget eyang”.
“Cukup, waktu habis !. Sekarang giliran mbak. Silahkan mbak, waktu anda 60 detik dari… sekarang”.
Sesaat kemudian…
“Gimana mbak…?”.
“Aduh, tulalit, telponnya lagi rusak”.
“Kalo gitu kita ke pilihan yang terakhir. Fifty fifty3)”.
“Apa pilihannya pak satpam ?”.
“Anak muda, kamu harus mau dicolek sama mbak ini atau… kalo nggak mau, kamu mesti masuk penjara !”.
“Apa ?!. Aku nggak mau !. Enak banget dia nyolek pantatku”.
“Aku juga nggak mau nyolek pantat dia. Pantatnya tepos. Nggak adil dong. Lihat nih pantatku, semok kan ?”.
“Ya udah, terserah kalian. Pilihannya cuma itu”.
“Ok lah. Nih, silahkan”, pemuda itu menyodorkan pantatnya.Sesaat kemudian…
“Pak satpam lihat tuh, dia menikmati nyolek pantatku”.
“Alaaah, kamu juga menikmati dicolek sama dia. Naaah, beres kan. Sekarang salaman, masalah sudah selesai”.
“Cium… cium… cium… !”.
“Sosor !”.
“Peluk !”.
“Gendong !”.
“Pangku !”.
“Geret !”.
“Pulangnya anterin !”.
“Minum es teh !”.
“Campur sari !”.
“Aku melu… aku melu !”.
“Alhamdulillah !”.“Mulih… mulih, acarane wis bar !”.
Selesai

Dimuat di harian SOLOPOS pada edisi Minggu, 25 Juli 2004 dengan judul “Aku Nggak Sengaja."
 
*) terakhir dipost oleh : 3kerajaan.blogspot.com

Hadiah for Mums and Dads


Suatu kali bingung kita (my wife and me), hadiah apa ya yang bisa dikasih buat Orang tua kita di saat mereka ulang tahun atau sekedar keinginan memberi kepada mereka di suatu momen. Bingung.  Kalau dikasih yang itu-itu aja (baju, kaset CD, atau pernik), nanti takut bosan : tidak terpakai atau bermanfaat sebentar.

Akhirnya, lamunan yang sedikit dipaksa keluar juga hasilnya : Memberi hadiah yang murah meriah tapi bermanfaat yang pas buat usia dan momen mereka..

Taraaaaa !!!!

KUPON PIJAT KITA SIAPKAN, SEMOGA BERMANFAAT BUAT SIMBOK LAN BAPAKE, SUGENG TANGGAP WARSO,




 SUGENG DUGI MALIH TING GRIYA .....

http://cooltext.com/Render-Image?RenderID=603390124